Green Times | Medan
Perayaan Paskah Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumatera Utara-Aceh Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembinaan generasi muda Kristen yang tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga berbuah dalam kehidupan nyata.
Dalam perayaan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Sabtu (11/4/2026), Inge Halim dari MPK Pusat, yang hadir sebagai Anggota Bidang VII Transportasi dan Pengembangan, Komisi C Transformasi Ekonomi MPK, menekankan bahwa semangat pelayanan Kristen harus diwujudkan melalui compassion, collaboration, dan creativity.
Di hadapan sekitar 1.200 peserta, Inge Halim menegaskan bahwa MPK bergerak dengan landasan “Fructus in Altum, Semakin Berbuah” yang berakar pada firman Tuhan dalam Yohanes 15:1-8. Menurutnya, menjadi pribadi yang semakin berbuah berarti hidup melekat pada Kristus dan menghadirkan nilai-nilai iman dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh sesama.

Ia menjelaskan, nilai pertama yang harus menjadi dasar kehidupan generasi muda Kristen adalah compassion. Nilai ini berbicara tentang hati yang peduli, peka, dan penuh belas kasih.
Bagi Inge Halim, generasi muda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan, tetapi juga harus memiliki hati yang mampu melihat kebutuhan orang lain, tergerak untuk peduli, dan hadir membawa kasih di tengah lingkungan sekitarnya. Compassion, katanya, adalah dasar penting agar iman tidak berhenti pada kata-kata, melainkan hidup dalam sikap dan tindakan. Selain compassion, Inge Halim juga menekankan pentingnya collaboration.
Menurutnya, generasi muda Kristen harus dibentuk dengan semangat bekerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri. Tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan kebersamaan, sinergi, dan kemauan untuk saling mendukung. Dalam konteks pendidikan dan pelayanan, collaboration menjadi kekuatan untuk mempertemukan sekolah, gereja, keluarga, serta berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan bersama, yakni membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu memberi pengaruh positif.
Nilai ketiga yang ditekankan adalah creativity. Inge Halim menyampaikan bahwa generasi muda Kristen harus berani berpikir segar, menemukan cara-cara baru, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi zaman ini. Kreativitas, menurutnya, bukan sekadar kemampuan mencipta hal baru, melainkan keberanian untuk merespons perubahan dengan bijak, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Kristiani. Dengan creativity, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi hadir sebagai pembawa gagasan, pembaru, dan terang di tengah dunia.
Penekanan pada tiga nilai tersebut menjadi bagian penting dari makna Fructus in Altum, Semakin Berbuah. Bagi MPK, buah kehidupan tidak hanya diukur dari keberhasilan pribadi, tetapi dari sejauh mana seseorang hidup dengan hati yang penuh kasih, mampu membangun kerja sama, dan berani melahirkan kreativitas yang bermanfaat. Dengan demikian, menjadi semakin berbuah berarti bertumbuh secara utuh: dalam iman, karakter, relasi, dan tanggung jawab sosial.
Dalam semangat itu pula, Inge Halim menyampaikan pesan dalam wawancara khusus kepada media, “Satu Anak Satu Tumbler” kepada siswa dan pelajar Kristen di Sumatera Utara dan Aceh. Gerakan ini bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga wujud nyata dari compassion, collaboration, dan creativity.
Compassion tercermin dalam kepedulian terhadap bumi dan masa depan bersama. Collaboration tampak dalam ajakan untuk membangun kebiasaan baik secara bersama-sama. Sementara creativity terlihat dalam upaya menghadirkan langkah sederhana namun bermakna dalam mengurangi sampah plastik dan membangun budaya hidup sehat.
Perayaan Paskah MPKW Sumut-Aceh 2026 sendiri mengusung tema “Kristus Bangkit, Generasi Muda Bersinar” berdasarkan Efesus 5:14. Tema ini menegaskan ajakan agar generasi muda hidup dalam kebenaran dan menjadi terang bagi dunia. Suasana perayaan berlangsung hangat, khidmat, dan penuh sukacita, dengan lantunan puji-pujian yang menggema sejak awal acara.
Ketua panitia, Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh, M.Th., M.Hum., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan yang diberikan, termasuk penggunaan Aula Raja Inal Siregar sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan meriah.

Dari total 1.200 peserta yang hadir, sebanyak 800 orang merupakan siswa dan 100 orang guru. Peserta lainnya terdiri atas tokoh Kristen, unsur sinode, tokoh masyarakat, dan para undangan. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda Kristen merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam khotbahnya, Bambang Yonan dari GBI Rumah Persembahan Medan menyampaikan pesan tentang pentingnya pengampunan dan rasa syukur atas karya Tuhan Yesus di kayu salib. Ia mengajak peserta untuk menghargai pengorbanan Kristus dan hidup dalam kasih karunia Tuhan melalui sikap mengampuni, memulihkan relasi, dan bersyukur atas anugerah-Nya.
Secara terpisah, RE Nainggolan dan Dr. Adolfina Elisabeth Koamesakh menjelaskan bahwa pembagian bingkisan Paskah berupa satu tumbler untuk setiap siswa bukan sekadar hadiah. Tumbler tersebut menjadi simbol ajakan untuk membiasakan hidup sehat, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, S.H., M.SP., CGCAE. Selain itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudi Hutabarat, juga hadir dan memberikan sambutan secara virtual. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Kristen, dan unsur sinode lainnya pun tampak hadir memberikan dukungan.
Melalui penekanan pada compassion, collaboration, dan creativity, pesan yang dibawa Inge Halim dalam Perayaan Paskah MPKW Sumut-Aceh 2026 menjadi semakin kuat: generasi muda Kristen dipanggil bukan hanya untuk bertumbuh dalam iman, tetapi juga untuk menghadirkan kasih, membangun kebersamaan, dan melahirkan gagasan yang membawa dampak. Itulah makna hidup yang semakin berbuah, yakni ketika iman sungguh terlihat dalam karakter dan tindakan nyata. (Red/Hery Buha)


