Green Times – Leni Marlina Br Situmorang menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak lahir dari kerja sendiri-sendiri. Kepala UPT SD Negeri Barisan Nauli 69973251 itu mengingatkan pentingnya ketekunan dan sinergi antarlembaga untuk menyiapkan masa depan anak-anak desa.
Pesan itu disampaikannya saat menerima kunjungan promosi dari SMP Kristen Johannes Prodromos. Dalam sambutannya, Leni Marlina Br Situmorang, S.Pd menekankan bahwa tidak ada hal yang tidak bisa dijalani selama ditekuni dengan sungguh-sungguh.
Lebih jauh, Leni Marlina Br Situmorang juga mengajak semua pihak membangun sinergi demi kemajuan masa depan anak bangsa, khususnya anak-anak desa perjuangan.
Menurutnya, pendidikan akan lebih kuat bila sekolah, guru, dan lembaga pendukung bergerak dalam semangat yang sama. Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan yang luas tentang pendidikan.
Masa depan siswa tidak cukup hanya ditopang oleh kegiatan belajar di kelas. Dibutuhkan kerja bersama, saling mendukung, dan komitmen yang terus dijaga agar anak-anak desa memiliki ruang untuk bertumbuh lebih baik.
Kehadiran SMP Kristen Johannes Prodromos dalam promosi itu menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut. Rombongan hadir bersama Kepala Sekolah Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., sejumlah guru, dan para siswa untuk memperkenalkan visi pendidikan yang mereka usung.

Sekolah ini menampilkan arah pembinaan yang diringkas dalam semboyan, “Cerdas dalam berpikir, kuat dalam karakter, kuat dalam iman.” Semboyan itu menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal kecakapan intelektual, tetapi juga tentang watak dan kekuatan batin.
Dalam penyampaiannya, SMP Kristen Johannes Prodromos menjelaskan bahwa masa depan cerah tidak hanya bertumpu pada nilai tinggi. Sekolah ingin membimbing siswa melalui pendidikan berbasis iman, dukungan fasilitas yang memadai, dan tenaga pendidik yang profesional.
Promosi sekolah juga diwarnai penampilan siswa yang menunjukkan ragam kemampuan mereka. Di hadapan para siswa sekolah dasar, rombongan menampilkan pidato Bahasa Inggris, tari seni kreasi, pertunjukan IPA, dan putaran domino. Penampilan ini memberi kesan bahwa proses pendidikan juga berkembang melalui pengalaman, ekspresi, dan keberanian tampil.
Beberapa guru mendampingi kegiatan tersebut, yakni Yuniarta Pardede, S.Pd., Gr., Yeni Maria Sinaga, S.Pd., Gr., Titin Afrida Sihite, S.Pd., dan Rafael Sinaga, S.Sn. Turut mendukung kegiatan itu Babinsa Koptu WS Sitorus sebagai pembina paskibraka dan Hotli Bronson Hutasoit sebagai pelatih Taekwondo ekstrakurikuler.
Sebanyak 19 siswa ikut terlibat dalam promosi ini. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa pembinaan regenerasi dilakukan secara nyata dan berkelanjutan, sekaligus membentuk keberanian, disiplin, dan rasa tanggung jawab di kalangan siswa.
Pada kesempatan itu, Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th. menyampaikan bahwa keberhasilan sejati tidak semata ditentukan oleh angka akademik. Ia menekankan pentingnya kepribadian yang mulia, integritas yang kokoh, dan fondasi iman dalam perjalanan pendidikan.
Guru matematika Titin Afrida Sihite juga menyampaikan bahwa siswa perlu dipersiapkan menjadi generasi emas yang siap menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan kreativitas harus dibangun tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kehidupan.
Sementara itu, Koptu WS Sitorus menegaskan bahwa pendidikan di SMP Kristen Johannes Prodromos berdiri di atas nilai-nilai Kristus. Ia menyebut rasa takut akan Tuhan, kasih, kejujuran, serta penghargaan terhadap budaya dan kearifan lokal sebagai dasar yang penting dalam membina siswa.
Dari keseluruhan kegiatan itu, penekanan Leni Marlina Br Situmorang tampak sangat jelas. Ketekunan dan sinergi adalah dua hal penting yang tidak bisa dipisahkan jika semua pihak ingin melihat anak-anak desa tumbuh menjadi generasi yang maju dan berdaya saing. (Red/*)


