Green Times – Paskah STT Paulus Medan berlangsung meriah, hangat, dan penuh makna pada Sabtu, 18 April 2026, di Kampus STT Paulus Medan. Perayaan ini dihadiri dosen, staf, dan mahasiswa dalam suasana kebersamaan yang kuat sebagai satu keluarga besar kampus.

Paskah STT Paulus Medan tahun ini mengusung tema “Receive Peace: Share the Gospel” dengan subtema “Hidup Damai, Bergerak dan Memberitakan Injil” yang diangkat dari Yohanes 20:21. Firman itu berbunyi, “Maka kata Yesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Ayat tersebut menjadi dasar utama seluruh rangkaian perayaan.
Paskah STT Paulus Medan menghadirkan Pdt. Dr. Ivo Siregar, M.Th sebagai pengkhotbah. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa damai sejahtera yang disampaikan Yesus adalah deklarasi damai secara langsung kepada para murid. Damai itu menunjukkan bahwa manusia telah diperdamaikan dengan Allah.
Ia menjelaskan, damai sejahtera bukan berarti hidup tanpa masalah. Damai sejahtera berarti relasi manusia dengan Allah telah dipulihkan. Dari relasi yang dipulihkan itulah lahir kekuatan untuk taat, bergerak, dan menjalankan panggilan Tuhan.

Paskah STT Paulus Medan juga menegaskan bahwa damai dan pengutusan tidak dapat dipisahkan. Ketika murid-murid menerima damai dari Kristus, pada saat yang sama mereka juga menerima pengutusan. Karena itu, damai yang diterima tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pemberitaan Injil.
Makna itu selaras dengan tema “Receive Peace: Share the Gospel.” Setiap orang yang telah menerima damai dari Kristus dipanggil untuk membagikan kabar baik kepada sesama. Subtema “Hidup Damai, Bergerak dan Memberitakan Injil” menegaskan bahwa kehidupan orang percaya tidak boleh pasif, tetapi harus aktif dalam pelayanan dan kesaksian di tengah masyarakat.

Paskah STT Paulus Medan tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga berbagai kegiatan yang membangun kebersamaan dan kreativitas. Rangkaian acara meliputi games, perlombaan menghias telur, fashion show, dan lomba menulis artikel jurnal.
Seluruh kegiatan berlangsung semarak dan mempererat hubungan antarwarga kampus.
Ketua panitia, Saut Hutabalian, menyampaikan terima kasih atas kebersamaan mahasiswa dalam mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Menurutnya, kekompakan mahasiswa menjadi kekuatan penting dalam menyukseskan perayaan Paskah tahun ini.
Saut Hutabalian menyampaikan bahwa semangat Paskah tahun ini adalah damai sejahtera dan tetap kompak dalam setiap kegiatan kampus, sehingga seluruh sivitas akademika siap diutus ke tengah masyarakat. Semangat itu diharapkan terus hidup dalam keseharian warga kampus.
Dalam sambutannya, Hery Buha, Bagian Kemahasiswaan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh mahasiswa, dosen, dan staf. Ia mengajak seluruh keluarga besar STT Paulus Medan untuk mewujudkan kampus sebagai rumah bersama untuk berkarya.
Paskah STT Paulus Medan juga dinilai memiliki keunikan tersendiri tahun ini. Hery Buha menyampaikan bahwa dalam pengadaan berbagai kebutuhan acara, terutama konsumsi, panitia mendapatkan dukungan dari gerakan gotong royong dan sumbangan kolaboratif dari mahasiswa serta dosen.

Menurutnya, hal itu menjadi bukti nyata keterbukaan hati dan semangat berkarya di lingkungan kampus.
Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa perayaan Paskah tidak hanya diwujudkan dalam ibadah dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan saling mendukung dan bekerja bersama.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk berkarya sebanyak-banyaknya demi kemajuan pribadi dan sebagai persiapan sebelum kelak diutus ke masyarakat. Menurutnya, tema Paskah tahun ini, yaitu damai sejahtera, adalah dua kata penting yang harus selalu menyertai setiap bentuk pelayanan.
Paskah STT Paulus Medan akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan iman, mempererat persaudaraan, mengembangkan kreativitas, dan menanamkan semangat pengutusan bagi seluruh warga kampus.
Dengan tema “Receive Peace: Share the Gospel” dan subtema “Hidup Damai, Bergerak dan Memberitakan Injil”, perayaan Paskah di Kampus STT Paulus Medan menegaskan arah pelayanan kampus. Damai sejahtera menjadi dasar hidup, sedangkan pengutusan menjadi panggilan untuk bergerak, berkarya, dan memberitakan Injil kepada masyarakat. (Red/Johanes Hutabalian)


