BerandaOlahragaSilat, Harmoni Alam, dan Peluang Ekonomi Hijau di Era Digital

Silat, Harmoni Alam, dan Peluang Ekonomi Hijau di Era Digital

Green Times | Medan 

Pencak silat, seni bela diri warisan leluhur Nusantara, kini tak hanya dipandang sebagai olahraga dan budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan. Pertandsingan 3rd International Pencak Silat Indonesian Open”. 
Mengusung filosofi harmoni manusia dari makna dan alam, silat berpotensi menjadi daya tarik pariwisata, mendorong ekonomi kreatif, dan mendukung agenda hijau Indonesia.

Gerak yang lentur dan bertenaga lahir dari pengamatan terhadap alam, kelenturan bambu, keteguhan batu karang, hingga kelincahan burung elang. Latihan tradisionalnya kerap dilakukan di tengah sawah, hutan, atau tepi pantai, membentuk kesadaran ekologis bahwa menjaga lingkungan sama pentingnya dengan melestarikan budaya.

Sejak ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2019, potensi ekonomi silat semakin terbuka. Festival dan kejuaraannya dapat menarik wisatawan, terutama jika dikombinasikan dengan ekowisata dan pasar UMKM lokal. Produk perlengkapannya dari bahan ramah lingkungan, seperti kostum berbahan serat alam atau senjata kayu hasil hutan lestari, menjadi peluang bisnis yang sejalan dengan tren global.

Bank Indonesia bersama Forum Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) melihat potensi ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Digitalisasi promosi, pembayaran nontunai untuk event silat, hingga pembiayaan UMKM hijau menjadi strategi yang dapat menghubungkan pelestarian budaya dengan pertumbuhan ekonomi.

“Silat bukan hanya tentang bela diri, tapi tentang membangun karakter, melestarikan alam, dan membuka peluang ekonomi. Dengan teknologi digital, kita bisa memperkenalkan silat ke dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi,” ujar salah satu penggiat budaya di Yogyakarta.

Pengamat ekonomi menilai, kolaborasi antara perguruan, pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga keuangan dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga warisan budaya sambil menggerakkan ekonomi hijau. Model ini juga dapat menjadi contoh diplomasi budaya yang menyatukan pesan harmoni manusia dan alam di tengah tantangan krisis iklim.

Baca Juga  Sepak Bola Jadi Panggung Semangat Merdeka dan Kebanggaan Rupiah

Jika dikelola serius, seni bela diri ini dapat menjadi bukan hanya simbol kebanggaan nasional, tetapi juga kekuatan ekonomi yang melestarikan alam, menghidupkan UMKM, dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. (Hery Buha Manalu)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read