Green Times | Medan :
Pentingnya acara seperti ini adalah karena ia menghadirkan edukasi sejarah dalam bentuk yang menyenangkan. Banyak pengunjung tak tahu apa itu Gedung AVROS, siapa itu Tjong A Fie, atau sejak kapan Jalan Kesawan menjadi pusat perdagangan.
Tapi ketika informasi kota ini dikemas dalam bentuk pertunjukan, cerita penjual, dan pameran kecil di tengah bazar, edukasi itu menjadi lebih efektif dan mengesankan.
Misalnya, Barkah, cucu pembuat bolu kamboja, tak hanya menjual kue, tapi juga menceritakan bagaimana resep keluarganya diturunkan sejak era kolonial.
Dalam satu interaksi jual-beli sederhana, pengunjung mendapatkan pengalaman kuliner dan sejarah sekaligus. (Hery Buha Manalu)


