Oleh : Hery Buha Manalu
Gunung Sibuatan menjadi magnet baru bagi para pendaki setelah disebut sebagai gunung tertinggi di Sumatera Utara dengan ketinggian 2.457 mdpl. Posisi ini menegaskan perubahan lanskap pegunungan pasca aktivitas erupsi Gunung Sinabung yang memengaruhi perhitungan ketinggian kawasan.
Gunung Sibuatan menawarkan pengalaman pendakian yang menantang sekaligus petualangan alam liar yang autentik.
Gunung ini memiliki dua jalur pendakian utama, yakni dari Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo dan jalur Desa Pancurbatu, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Namun jalur Pancurbatu saat ini ditutup sementara karena proses penghijauan hutan guna menjaga ekosistem tetap lestari.
Pendakian dari Nagalingga menjadi pilihan utama banyak pendaki. Dari basecamp atau pos registrasi menuju pintu rimba membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit. Perjalanan kemudian memasuki hutan rapat dengan karakter jalur didominasi akar besar yang menjadi ciri khas Gunung Sibuatan.

Perjalanan menuju puncak terbagi ke dalam lima shelter dengan total waktu tempuh sekitar 7–9 jam. Shelter 1 dapat dicapai sekitar 30 menit dari pintu rimba dengan pemandangan pepohonan besar yang menjulang. Shelter 2 berjarak 45 menit berikutnya dan menghadirkan hutan lumut lebat yang lembap serta misterius.
Tantangan mulai terasa setelah Shelter 2. Menuju Shelter 3, pendaki membutuhkan sekitar tiga jam melalui jalur menanjak dan berlumpur. Dari Shelter 3 ke Shelter 4, jalur berubah semakin terjal dan licin dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Shelter 5 menjadi titik favorit karena panorama terbuka mulai terlihat. Dari titik ini, pendaki disuguhi pemandangan luas Danau Toba dan siluet Pulau Samosir yang memukau. Perjalanan menuju Puncak Pilar atau puncak sejati Sibuatan membutuhkan sekitar satu jam lagi hingga mencapai ketinggian 2.457 mdpl.
Keunikan Gunung Sibuatan terletak pada hutan lumutnya yang tebal dan ekosistem alami yang masih terjaga. Jalur penuh akar besar membentuk trek alami yang khas, sekaligus menjadi tantangan fisik bagi pendaki.

Selain lanskap dramatis, gunung ini menyimpan kekayaan flora dan fauna langka. Pendaki kerap menemukan kantong semar dan anggrek hutan yang tumbuh alami di sepanjang jalur, menegaskan nilai konservasi kawasan ini.
Petualangan di Gunung Sibuatan bukan sekadar perjalanan menuju puncak. Pendakian menghadirkan pengalaman eksplorasi hutan purba, tantangan medan ekstrem, serta hadiah panorama Danau Toba dari ketinggian. Kombinasi inilah yang membuat Sibuatan disebut sebagai salah satu ekspedisi paling berkesan di Sumatera Utara. (Red/*)


