BerandaPendidikanDoa Bersama Renovasi Chapel USU Berlangsung Khidmat, Perkuat Semangat Pelayanan

Doa Bersama Renovasi Chapel USU Berlangsung Khidmat, Perkuat Semangat Pelayanan

Green Times | Medan :

Renovasi Chapel USU mendapat dukungan melalui kegiatan doa bersama yang berlangsung khidmat di Gedung Pusat Kemahasiswaan Universitas Sumatera Utara, Jumat, 31 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 13.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi warga Kristiani Universitas Sumatera Utara untuk memperkuat persekutuan, kepedulian, dan komitmen bersama dalam mendukung renovasi serta revitalisasi Chapel USU.

Doa bersama ini diselenggarakan oleh Forum Peduli Chapel USU bersama Universitas Sumatera Utara dan Persekutuan Iman Warga Kristiani Universitas Sumatera Utara atau PIWK USU.

Sejak kegiatan dimulai, suasana ibadah berlangsung tenang dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib, mulai dari ibadah, penyampaian firman Tuhan, doa syafaat, hingga makan siang bersama.

Mengusung Tema Kebenaran dan Kasih
Renovasi Chapel USU dalam kegiatan ini ditempatkan sebagai bagian dari pelayanan bersama. Hal tersebut tercermin melalui tema “Melayani dengan Kebenaran dan Kasih” yang bersumber dari Nehemia 2:17–18 dan Amsal 3:3–4.

Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan tempat ibadah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan.. Proses pembangunan juga perlu dilakukan dengan ketulusan, kejujuran, kesetiaan, tanggung jawab, dan semangat melayani.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Prof. Dr. Risnawaty Sinulingga, M.Th. Melalui pesan yang disampaikan, seluruh warga Kristiani USU diajak melihat renovasi Chapel sebagai tanggung jawab pelayanan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Setiap orang dapat mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab masing-masing. Dukungan tersebut tidak harus selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat diberikan melalui doa, tenaga, perhatian, gagasan, serta komitmen untuk menjaga keberlanjutan pelayanan.

Belajar dari Semangat Nehemia
Kisah Nehemia menjadi salah satu dasar perenungan dalam kegiatan doa bersama tersebut.

Dalam Nehemia 2:17–18, Nehemia mengajak masyarakat membangun kembali tembok Yerusalem yang telah rusak. Ajakan tersebut tidak berhenti pada perkataan, tetapi mendapat respons nyata dari masyarakat.

Baca Juga  Kebun di Tangan Generasi, Urban Farming dan Mimpi Hijau Anak Muda di Kota

Mereka menyatukan tenaga, pikiran, keyakinan, dan keberanian untuk memulai pekerjaan yang baik.

Semangat tersebut dinilai relevan dengan proses renovasi dan revitalisasi Chapel USU. Pembenahan tempat ibadah membutuhkan kerja sama dari banyak pihak agar dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Tidak ada satu pihak yang dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan sendiri. Karena itu, kolaborasi antara universitas, pengelola, panitia, donatur, alumni, warga Kristiani, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

Amsal 3:3–4 juga menjadi dasar nilai dalam kegiatan tersebut. Ayat itu menegaskan pentingnya kasih setia dan kebenaran dalam kehidupan manusia.

Kebenaran diperlukan untuk menjaga agar proses renovasi berjalan secara jujur, terbuka, tertib, dan bertanggung jawab. Sementara itu, kasih mendorong setiap pihak untuk bekerja dengan kepedulian, ketulusan, serta sikap saling menghargai.

Chapel Sebagai Ruang Pembinaan Iman
Chapel USU tidak hanya dipandang sebagai sebuah bangunan tempat ibadah. Chapel memiliki fungsi yang lebih luas sebagai ruang pembinaan iman, persekutuan, dan pelayanan bagi warga Kristiani di lingkungan universitas.

Ruang tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan warga Kristiani lainnya untuk menjalankan kegiatan rohani serta memperkuat hubungan persaudaraan.

Keberadaan Chapel juga memiliki nilai penting dalam mendukung kehidupan kampus yang inklusif. Perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan akademik.

Kampus juga memiliki peran dalam membentuk karakter, etika, integritas, tanggung jawab, dan kepekaan sosial sivitas akademika. Melalui proses revitalisasi, Chapel USU diharapkan dapat menjadi tempat ibadah yang lebih aman, nyaman, dan layak.

Pembenahan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat fungsi Chapel sebagai pusat kegiatan rohani dan pembinaan karakter.

Selain itu, Chapel diharapkan dapat menjadi ruang dialog serta sarana membangun hubungan yang harmonis di tengah kehidupan kampus.

Baca Juga  Jangan Tertipu Nama Prodi, Periksa Kurikulum dan Mutu Kampus
Pelayanan Tetap Berjalan Selama Renovasi
Selama proses renovasi berlangsung, kegiatan ibadah untuk sementara dilaksanakan di Gedung Pusat Kemahasiswaan atau University Student Centre.

Penggunaan tempat sementara ini menunjukkan bahwa pelayanan dan persekutuan tetap berjalan meskipun bangunan Chapel sedang menjalani pembenahan.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa kehidupan rohani tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan sebuah bangunan. Persekutuan dapat terus bertumbuh ketika para anggotanya memiliki komitmen untuk tetap beribadah, berdoa, dan saling mendukung.

Namun, keberadaan sarana ibadah yang aman dan layak tetap dibutuhkan untuk mendukung pelayanan dalam jangka panjang. Karena itu, renovasi Chapel USU menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas rohani di lingkungan universitas.

Doa bagi Pekerja dan Seluruh Pendukung
Dalam doa syafaat, oleh para pendeta dari API (Asosiasi Pendeta Indonesia), Dosen Agama Kristen, dan peserta memohon penyertaan Tuhan bagi seluruh tahapan renovasi dan revitalisasi Chapel USU.

Doa dipanjatkan agar pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan perencanaan. Para pekerja juga didoakan agar diberikan kesehatan, kekuatan, ketelitian, dan perlindungan selama menjalankan tugas.

Para peserta turut mendoakan pimpinan universitas,l (Rektorat), pengelola, panitia, donatur, alumni, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

Setiap kontribusi dipandang sebagai bagian dari usaha bersama untuk menyediakan sarana pelayanan yang lebih baik bagi generasi sekarang dan generasi mendatang.

Suasana khidmat semakin terasa ketika seluruh peserta menyatukan hati dalam doa. Perbedaan kedudukan dan latar belakang tidak menjadi penghalang dalam persekutuan tersebut.

Seluruh peserta hadir dengan harapan yang sama, yaitu agar proses renovasi Chapel USU dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga kampus.

Kebersamaan Memperkuat Persaudaraan
Kegiatan doa bersama kemudian ditutup dengan makan siang bersama. Momen tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk berkomunikasi, berbagi perhatian, dan mempererat hubungan persaudaraan. Kebersamaan itu juga menunjukkan bahwa kehidupan rohani tidak hanya dibangun melalui ibadah formal.

Kehidupan rohani turut bertumbuh melalui interaksi yang hangat, terbuka, dan saling mendukung.

Baca Juga  Gugun Gumilar Dorong Kedua Pihak Bersatu Selesaikan Masalah Chapel USU

Doa bersama untuk kelancaran renovasi dan revitalisasi Chapel USU akhirnya menjadi momentum untuk memperbarui semangat pelayanan.

Kegiatan tersebut mengingatkan bahwa sebuah bangunan dapat berdiri melalui dukungan sumber daya. Namun, persekutuan hanya dapat bertumbuh melalui kepercayaan, kebenaran, kasih, dan tanggung jawab bersama.

Dengan semangat tersebut, Chapel USU diharapkan dapat kembali hadir sebagai ruang yang memperkuat iman, membangun karakter, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Renovasi bukan menjadi tujuan akhir. Renovasi merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi seluruh warga Kristiani di lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Melalui doa, kerja sama, dan partisipasi bersama, proses revitalisasi Chapel USU diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Semangat “Melayani dengan Kebenaran dan Kasih” menjadi dasar agar setiap tahapan pembangunan dilakukan secara bertanggung jawab, memberikan manfaat nyata, dan menghadirkan nilai kebaikan dalam kehidupan kampus. (Red/*)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read