BerandaKonservasi & LingkunganCerahkan Masa Depan, Peran Gen Z Mendorong Transisi Ekonomi Berkelanjutan

Cerahkan Masa Depan, Peran Gen Z Mendorong Transisi Ekonomi Berkelanjutan

Green Times – Di tengah kekhawatiran akan perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan sosial, dunia membutuhkan generasi cerah yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga peduli pada bumi. Dan itu ada pada Gen Z. Di Sumatera Utara, generasi ini mulai menunjukkan arah baru, mendorong ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tapi juga tumbuh bersama alam.

Generasi Z tidak lagi sekadar mencari pekerjaan, mereka ingin menciptakan perubahan. Mereka cerah ingin menjadi wirausaha yang berdampak, pembeli yang sadar, dan warga yang bertanggung jawab. Semangat ini sejalan dengan konsep ekonomi hijau: model pembangunan yang menempatkan keberlanjutan, keadilan sosial, dan efisiensi sumber daya sebagai fondasi utama.

Mengapa Gen Z Penting dalam Ekonomi Hijau?

Gen Z adalah generasi cerah paling terdidik dan paling terkoneksi dalam sejarah. Mereka tumbuh di era krisis iklim, pandemi, dan disrupsi teknologi, sehingga lebih adaptif terhadap tantangan global. Mereka punya semangat sosial yang tinggi, lebih peka terhadap isu keberlanjutan, dan kritis terhadap produk atau perusahaan yang tidak ramah lingkungan.

Di Sumut, potensi cerah Gen Z sangat besar. Mereka mendominasi populasi usia produktif dan berperan penting dalam konsumsi harian. Mereka juga mulai mengisi posisi penting dalam UMKM, startup, komunitas kreatif, hingga gerakan lingkungan. Bila diarahkan dengan baik, mereka bisa jadi motor transisi ekonomi hijau di tingkat lokal.

Peran Nyata Gen Z dalam Wujudkan Ekonomi Hijau Sumut

Keterlibatan Gen Z dalam ekonomi hijau Sumatera Utara semakin nyata melalui berbagai inisiatif. Di ajang Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2025, kita melihat langsung kehadiran anak muda yang tidak hanya memamerkan produk, tapi membawa narasi baru: hijau itu keren, lokal itu bangga.

Dalam segmen fashion, desainer muda membawa konsep eco-fashion menggunakan ulos dari pewarna alami, tanpa limbah, dan dikemas dengan gaya kekinian.

Baca Juga  Menjaga Toba, Menjaga Jati Diri dan Masa Depan Kita

Di area kopi, barista muda tak hanya menyajikan rasa, tapi mengedukasi pengunjung soal traceability, kopi hutan, dan keberlanjutan rantai pasok.

Di area kuliner, pelaku usaha muda menyajikan makanan lokal rendah emisi, dikemas dengan wadah ramah lingkungan, dan mempromosikan pertanian regeneratif.

Di luar panggung KKSU, banyak komunitas Gen Z di Sumut yang mulai bergerak. Dari komunitas urban farming di Medan, gerakan nol sampah plastik di kampus, hingga gerakan digitalisasi UMKM hijau melalui aplikasi dan media sosiail.

Ekosistem Ramah Gen Z

Kesadaran dan semangat cerah Gen Z tidak akan maksimal tanpa dukungan ekosistem yang berpihak. Di sinilah peran strategis pemerintah daerah, Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan dunia usaha.

Bank Indonesia Sumut secara aktif mendorong program edukasi dan pemberdayaan ekonomi hijau berbasis anak muda, seperti Fast-Track Young Preneur (FYP), pelatihan digitalisasi transaksi QRIS, dan promosi produk hijau di event internasional.

Pemerintah daerah mulai mengembangkan kebijakan insentif untuk startup hijau dan program inkubasi bisnis ramah lingkungan.

Kampus dan sekolah didorong menjadi laboratorium wirausaha hijau, melalui kurikulum berbasis sustainability, lomba inovasi hijau, dan kolaborasi riset mahasiswa. (Hery Buha Manalu)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read