Green Times – Di tengah gempuran tren minuman modern, bandrek tetap tegak sebagai pahlawan sejati dari Nusantara. Ini bukan sekadar minuman hangat biasa, melainkan ramuan kaya manfaat yang terbuat dari rempah-rempah pilihan: jahe yang menghangatkan, kulit kayu manis yang harum, lada hitam atau putih yang memberi tendangan, dan sereh yang menenangkan. Semua berpadu sempurna dengan manisnya gula aren, gula putih, daun pandan, dan sejumput garam. Setiap tegukan bandrek tak hanya memanjakan lidah, tapi juga adalah asupan kebaikan untuk tubuh, menjadikannya warisan kesehatan yang tak ternilai dan harus terus kita rawat.
Di Deli Serdang, Sumatera Utara, ada satu tempat yang dengan bangga menjaga tradisi ini, Angkringan Bandrek Rika. Berlokasi di Pasar IV Gang Amal 5, Dusun Tani B, Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, angkringan ini menawarkan pengalaman yang berbeda dan menawan.
Begitu Anda melangkah masuk, suasana langsung terasa menenangkan. Angkringan ini dikelilingi taman bunga hias dan aneka tanaman hijau yang tertata apik dan asri. Udara terasa lebih segar, dan pemandangan yang menyejukkan mata mengundang Anda untuk berlama-lama.
Konsep “taman” ini lahir dari kecintaan pemiliknya, Muhammad Ismail (40), bersama istri pada tanaman hias. Mereka percaya, lingkungan yang nyaman dan indah juga berkontribusi pada kesehatan jiwa, sejalan dengan khasiat minuman itu sendiri.
Selain bandrek yang legendaris, Angkringan ini juga menyajikan pilihan menu lain seperti Ayam Penyet, Indomie (goreng/kuah), kopi, Teh Manis Dingin, hingga aneka jus. Semuanya ditawarkan dengan harga yang sangat bersahabat, sebagian besar di bawah Rp10.000, tanpa mengurangi kualitas rasa. “Jus Timunnya kental dan harganya pun terjangkau,” tutur Rasidi (47), seorang pengunjung setia. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menikmati minuman kesehatan sambil merelaksasi pikiran dan jiwa.
Komitmen Melestarikan Rasa dan Berkah Rezeki
Kisah Angkringan ini dimulai dengan langkah berani, membagikan 100 porsi bandrek gratis untuk meminta masukan. Hasilnya? Mayoritas setuju, bandrek racikan Ismail sungguh nikmat! Ini membuktikan bahwa bandrek, sebagai minuman kesehatan nusantara, memiliki daya tarik universal.
Menariknya, meskipun berada di perkampungan dan jauh dari jalan besar, Angkringan justru banyak dikunjungi tamu dari luar kota seperti Pakam, Tembung, Pantai Labu, bahkan Galang. Mereka datang karena rekomendasi dari teman dan keluarga yang sudah merasakan kehangatan dan kenyamanan di sini. Ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik bandrek sebagai minuman warisan dan suasana angkringan yang unik.
Bagi Ismail, menjalankan usaha sejak 2022 ini adalah sebuah kebahagiaan. “Saya tak ada beban dalam menjalani usaha ini, jadi dijalani aja dan tidak khawatir,” ujarnya santai. “Saya meyakini bahwa Sang Maha Kaya akan memberikan rezeki untuk hamba-Nya yang mau berusaha dan bertakwa,” pungkas ayah tiga anak ini.
Angkringan bukan hanya sebuah tempat usaha, tetapi juga simbol komitmen untuk merawat dan melestarikan bandrek sebagai minuman kesehatan khas Nusantara. Ini adalah pengingat bahwa warisan budaya dan kuliner kita layak untuk terus dijaga dan dinikmati oleh generasi-generasi mendatang. (Hery Buha Manalu)


