Green Times – Bagi banyak keluarga di Medan, balkon dulunya hanya tempat menjemur pakaian atau menyimpan barang bekas. Tapi kini, banyak yang mulai menyulapnya menjadi kebun vertikal mini.
Wadah-wadah tanaman tertata rapi di rak, menggantung di dinding, atau berjajar di lantai balkon.
Ada tomat ceri yang memerah, selada segar menjuntai, daun bawang berdiri gagah, dan sebaris cabai rawit yang siap panen.
Tak hanya memberi suplai bahan dapur sehari-hari, kebun balkon ini juga menghemat pengeluaran rumah tangga dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
Seorang mahasiswa teknik di Medan menceritakan, ia bisa menghemat hingga Rp300.000 per bulan dari hasil menanam sayuran sendiri di teras kontrakannya. Angka yang tampak kecil, namun berdampak besar bagi kantong anak kos.
Belum lagi kebahagiaan batin yang ia rasakan ketika melihat hasil tanamannya tumbuh subur, di sela-sela kesibukan akademik yang padat. (Hery Buha Manalu)


