Green Times – Banyak yang ragu memulai urban farming karena merasa tidak punya cukup ruang. Tapi logika itu mulai runtuh berkat pendekatan berkebun vertikal, tabulampot (tanaman buah dalam pot), dan hydroponik rakit apung.
Teknologi urban farming, sederhana ini memungkinkan siapa pun menanam di ruang sesempit 1 meter persegi,
Lebih menarik lagi, kebun balkon juga punya manfaat lain: menyerap polusi udara, mengurangi suhu panas di dalam rumah, dan meningkatkan kualitas oksigen.
Bukankah ini investasi kesehatan sekaligus ekonomi?
Bahkan sejumlah arsitek muda kini mulai memasukkan unsur kebun rumah ke dalam desain hunian minimalis.
Mereka sadar, rumah yang ideal di masa depan bukan hanya indah, tapi juga bisa memberi makan. (Hery Buha Manalu)


