Green Times – Robindan Habeahan menaruh perhatian besar pada makna pendidikan yang sesungguhnya. Bagi Kepala UPT SD Negeri 034794 Lae Rias itu, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang untuk menanamkan kepedulian terhadap desa tempat anak-anak bertumbuh.
Pesan itu ia sampaikan saat menerima kunjungan promosi dari SMP Kristen Johannes Prodromos di UPT SD Negeri 034794 Lae Rias. Dalam sambutannya, Robindan Habeahan, S.Pd mengajak para siswa agar memiliki kemauan untuk membangun desanya sendiri, atau yang dikenal dengan semangat marsipature huta na be.
Ajakan tersebut bukan sekadar ungkapan seremonial. Robindan Habeahan menekankan bahwa semangat membangun desa adalah salah satu pilar nyata pendidikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh anak-anak di bangku sekolah seharusnya kelak memberi manfaat bagi lingkungan tempat mereka berasal.
Di tengah perkembangan zaman, pesan seperti ini memiliki makna penting. Anak-anak tidak cukup hanya dibentuk menjadi pribadi yang pandai, tetapi juga perlu dibimbing agar tumbuh sebagai generasi yang tahu arah hidupnya dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya.

Kunjungan promosi itu sendiri menjadi bagian dari upaya SMP Kristen Johannes Prodromos memperkenalkan visi pendidikannya kepada para siswa sekolah dasar. Rombongan hadir bersama Kepala Sekolah Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., para guru, serta siswa-siswi yang turut ambil bagian dalam kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, SMP Kristen Johannes Prodromos menonjolkan pesan utama, “Cerdas dalam berpikir, kuat dalam karakter, kuat dalam iman.” Melalui pesan ini, sekolah ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengejar angka, melainkan juga menata watak dan memperkuat fondasi spiritual peserta didik.
Promosi sekolah itu juga diisi dengan penampilan bakat para siswa. Beberapa di antaranya berupa pidato Bahasa Inggris, tari seni kreasi, pertunjukan IPA, dan putaran domino. Penampilan ini menjadi gambaran bahwa sekolah memberi ruang bagi siswa untuk berkembang bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam keterampilan dan keberanian tampil di depan umum.
Kegiatan tersebut didampingi oleh Yuniarta Pardede, S.Pd., Gr., Yeni Maria Sinaga, S.Pd., Gr., Titin Afrida Sihite, S.Pd., dan Rafael Sinaga, S.Sn. Hadir pula Babinsa Koptu WS Sitorus sebagai pembina paskibraka dan Hotli Bronson Hutasoit sebagai pelatih Taekwondo ekstrakurikuler sekolah.
Sebanyak 19 siswa terlibat dalam promosi itu sebagai bentuk pembinaan regenerasi yang berkelanjutan. Pelibatan siswa dalam kegiatan lapangan semacam ini memperlihatkan bahwa proses pendidikan juga menyentuh pembentukan rasa percaya diri, kerja sama, dan tanggung jawab.
Kepala SMP Kristen Johannes Prodromos, Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., dalam orasinya menegaskan bahwa keberhasilan sejati tidak semata-mata terlihat dari angka di atas kertas. Ia menyebut kepribadian yang baik, integritas yang kokoh, dan iman yang kuat sebagai bagian penting dari ukuran kesuksesan.
Pendapat senada juga disampaikan guru matematika, Titin Afrida Sihite. Ia menyatakan bahwa siswa perlu dipersiapkan menjadi generasi emas yang mampu menghadapi perubahan zaman dengan keberanian, kemampuan berpikir kritis, daya adaptasi, dan kreativitas yang terus tumbuh.
Sementara itu, Koptu WS Sitorus menyampaikan bahwa pendidikan di SMP Kristen Johannes Prodromos dibangun di atas nilai-nilai Kristus. Ia menekankan pentingnya rasa takut akan Tuhan, kasih, kejujuran, serta budaya dan kearifan lokal sebagai akar yang menguatkan pembentukan karakter siswa.
Dalam keseluruhan rangkaian kegiatan itu, pesan Robindan Habeahan terasa kuat dan membumi. Pendidikan, dalam pandangannya, harus melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas, melainkan juga siap pulang membangun desa. (Red/”)


