Green Times | Dairi :
SMP Kristen Johannes Prodromos terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter, beriman, kreatif, dan berprestasi. Sekolah ini berdiri di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, dan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang fokus pada penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai Kristen.
SMP Kristen Johannes Prodromos resmi berdiri pada 16 Mei 2013. Sejak awal berdiri, sekolah ini hadir dengan semangat membina peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan siap menghadapi masa depan. Pada tahun pertama, sekolah ini menerima 23 siswa. Angkatan kedua menerima 24 siswa, dan penerimaan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
SMP Kristen Johannes Prodromos juga mencatat sejarah penting saat meluluskan angkatan perdana pada tahun 2016. Sejak itu, para lulusannya telah menempati berbagai posisi di masyarakat. Salah satu lulusan yang disebut adalah Dionisius Situmorang yang kini bertugas di angkatan darat dengan pangkat sersan satu atau sertu.
Kepala sekolah SMP Kristen Johannes Prodromos saat ini dijabat oleh Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., yang mulai memimpin sejak Juli 2025. Sebelum menjadi kepala sekolah, ia dikenal sebagai dosen di Sekolah Tinggi Theologi Paulus Medan dan memiliki Nomor Induk Dosen Nasional atau NIDN.
Bagi Mula Sahap Situmorang, kembali ke kampung halaman bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi bentuk pengabdian nyata untuk mencetak generasi emas dari Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul. Semangat itu ia jalankan dengan motto “pengabdian tanpa batas.
Nama SMP Kristen Johannes Prodromos memiliki makna yang kuat. Kata “Kristen” dijelaskan berasal dari dasar kata Yunani christos yang berarti “yang diurapi” atau “yang disucikan”. Kata “Johannes” berasal dari bentuk asli “Yochanan” yang berarti “Tuhan telah memberi rahmat” atau “Tuhan adalah pemberi kasih karunia”.
Sementara itu, kata “Prodromos” dalam bahasa Yunani kuno berarti “orang yang mendahului” atau “pelopor”. Dalam konteks agama Kristen, istilah ini dikaitkan dengan Yohanes Pembaptis yang dikenal sebagai “Prodromos Kristus” atau “Pelopor Kristus”.
Dari rangkaian makna itu, SMP Kristen Johannes Prodromos dimaknai sebagai sosok yang suci hatinya dan membuka jalan bagi generasi penerus. Nilai ini menjadi dasar kuat dalam arah pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
SMP Kristen Johannes Prodromos memiliki visi untuk melahirkan peserta didik yang berkarakter, kreatif, kompetitif, beriman, serta unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Visi ini diterjemahkan dalam berbagai program belajar dan pembinaan siswa di sekolah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah menjalankan sejumlah misi. Di antaranya adalah menyelenggarakan kegiatan yang mendorong kreativitas dan produktivitas peserta didik yang berwawasan Nusantara. Sekolah juga mengembangkan kurikulum secara optimal melalui pembelajaran yang efektif, efisien, dan inovatif.
Selain itu, SMP Kristen Johannes Prodromos menumbuhkan karakter mandiri dalam proses belajar mengajar. Sekolah juga mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di bidang akademik dan non-akademik. Pengembangan minat, bakat, dan potensi siswa dilakukan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekolah ini juga menekankan budaya sekolah yang tertib, empati, asri, berwawasan, adil, dan santun. Tidak hanya itu, penanaman iman yang kokoh menjadi bagian penting melalui pengajaran ajaran Kristen yang mengacu pada sikap Yohanes Pembaptis.
Dalam struktur pimpinan sekolah, Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th. menjabat sebagai kepala sekolah. Jabatan wakil kepala sekolah diemban oleh Yeni Maria Sinaga, S.Pd., Gr. Keduanya memimpin jalannya pendidikan bersama jajaran guru dan tenaga pendidik lainnya.
SMP Kristen Johannes Prodromos saat ini menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk kelas 9 digunakan Kurikulum Merdeka. Sementara untuk kelas 7 dan kelas 8 diterapkan kurikulum pembelajaran mendalam.
Penerapan kurikulum di sekolah ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik. Sekolah juga mengembangkan pendidikan karakter yang berbasis nilai Kristen dan budaya tradisional. Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam sikap dan nilai hidup.
Dari sisi sarana, SMP Kristen Johannes Prodromos memiliki sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya yang mendukung proses pendidikan di sekolah.
Dukungan pendidikan di sekolah ini juga diperkuat oleh tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar. Daftar tenaga pendidik di SMP Kristen Johannes Prodromos terdiri dari Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., Oktafiani Sihite, S.Pd., Gr., Yeni Maria Sinaga, S.Pd., Gr., Dia Banjarnahor, S.Pd., Titin Afrida Sihite, S.Pd., Gr., Rasta Saragih, S.Pd., Gr., Yuniarta Pardede, S.Pd., Gr., Yanisa Sihite, S.Psi., Fransiska Sihotang, S.Pd., Gr., Sevrianto Parangin-angin, S.Pd., Gr., Raflesia Sinaga, S.Sn., serta Grace Hutahaean, S.Pd., Gr.
SMP Kristen Johannes Prodromos juga mencatat prestasi membanggakan pada tahun ajaran 2025/2026. Di bidang akademik, Windi Manulang meraih juara 1 jalur prestasi untuk masuk ke SMA Negeri 1 Sumbul. Capaian ini menjadi bukti bahwa sekolah mampu melahirkan siswa yang siap bersaing dalam pendidikan lanjutan.
Di bidang non-akademik, prestasi juga diraih oleh Ladi Aritonang yang menjadi juara 1 taekwondo tingkat pelajar Sumatra Utara. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan di sekolah tidak hanya terfokus pada ruang kelas, tetapi juga pada pengembangan kemampuan siswa di bidang olahraga.
Untuk mendukung pembentukan karakter dan kebiasaan positif, SMP Kristen Johannes Prodromos menjalankan kegiatan siswa secara terjadwal setiap hari. Pada hari Senin, siswa mengikuti upacara. Hari Selasa diisi dengan English Day. Hari Rabu menjadi jadwal kegiatan literasi.
Pada hari Kamis, siswa mengikuti kegiatan budaya. Hari Jumat diisi dengan senam pagi. Sementara hari Sabtu digunakan untuk ibadah Capel dan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk membentuk siswa yang disiplin, aktif, berbudaya, dan beriman.
Dengan perjalanan sejak 2013 hingga kini, SMP Kristen Johannes Prodromos terus menegaskan perannya sebagai sekolah yang membina generasi penerus dari Desa Perjuangan dan sekitarnya. Sekolah ini tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan karakter, iman, dan semangat berprestasi dalam kehidupan sehari-hari. (Red/Hery Manalu)


