BerandaKopiSumatera Coffee Journey 2026, Energi Kopi Sumut Menuju Pasar Global

Sumatera Coffee Journey 2026, Energi Kopi Sumut Menuju Pasar Global

Green Times | Medan :
Aroma kopi dari berbagai daerah di Nusantara menyemarakkan pembukaan Sumatera Coffee Journey 2026 di Delipark Mall, Medan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara atau KKSU 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Kompetisi Sumatera Coffee Journey berlangsung pada 15 sampai 21 Juli 2026. Sementara itu, pameran kopi dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah digelar lebih lama, yaitu pada 15 sampai 26 Juli 2026.

Kegiatan tersebut membawa semangat besar untuk memperkenalkan kopi Sumatera Utara kepada masyarakat nasional dan internasional. Kopi tidak hanya disajikan sebagai minuman. Kopi juga diperkenalkan sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi, budaya, kreativitas, dan peluang usaha.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, membuka Sumatera Coffee Journey 2026. Dalam sambutannya, ia menyebut pembukaan kegiatan tersebut sebagai momentum penting bagi pengembangan UMKM dan industri kopi Sumatera Utara.

Menurut Didit, rangkaian KKSU 2026 selama 12 hari menjadi ruang untuk mengangkat kapasitas dan daya saing UMKM. Kopi menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus karena memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Sumatera Coffee Journey 2026, Energi Kopi Sumut Menuju Pasar Global
Foto bersama, Sumatera Coffee Journey 2026, Energi Kopi Sumut Menuju Pasar Global/green times. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengenal kopi. Jumlah pencinta kopi juga terus berkembang seiring munculnya usaha pengolahan, kedai kopi, barista, roaster, dan berbagai produk turunan kopi/greentimes

“Kopi adalah komoditas unggulan dari Sumatera Utara,” kata Didit. Sumatera Utara dikenal memiliki masyarakat yang dekat dengan budaya minum kopi. Kopi hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari warung sederhana, kedai modern, rumah tangga, hingga pertemuan bisnis.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kopi tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman. Kopi juga telah menjadi bagian dari kebiasaan sosial, identitas daerah, serta sumber penghidupan bagi banyak pelaku usaha.

Didit mengaku semakin sering menikmati kopi sejak bertugas di Sumatera Utara sekitar lima bulan terakhir. Menurutnya, kopi yang dihasilkan dan disajikan di daerah ini memiliki rasa yang menarik.

Baca Juga  Sumatera Coffee Journey 2026, Merawat Sejarah Kopi Indonesia Menuju Pasar Dunia

“Saya baru lima bulan bertugas di Sumatera Utara. Setelah berada di sini, saya menjadi lebih sering minum kopi. Saya pencinta kopi Sumatera Utara. Memang kopi di Sumatera Utara enak-enak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kedekatan antara kopi dan kehidupan masyarakat Sumatera Utara. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengenal kopi. Jumlah pencinta kopi juga terus berkembang seiring munculnya usaha pengolahan, kedai kopi, barista, roaster, dan berbagai produk turunan kopi.

Peserta dari Nusantara dan Mancanegara
Sumatera Coffee Journey 2026 menghadirkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Kompetisi ini juga diikuti peserta internasional yang berasal dari Malaysia dan Singapura.

Kehadiran peserta dari dalam dan luar negeri membuat kompetisi semakin menarik. Para peserta dapat bertukar pengalaman, menunjukkan keterampilan, serta mempelajari teknik pengolahan dan penyajian kopi yang lebih baik.

Kompetisi kopi mempertandingkan sejumlah kategori, yaitu Cup Taster, Manual Brew, Barista, Latte Art, Coffee Blend, dan Roasting.

Kategori Cup Taster menguji kemampuan peserta dalam mengenali karakter dan perbedaan rasa kopi. Manual Brew menampilkan keterampilan menyeduh kopi secara manual dengan teknik yang tepat.

Kategori Barista menilai kemampuan peserta dalam meracik dan menyajikan kopi secara profesional. Latte Art menguji kreativitas peserta dalam menghasilkan pola pada permukaan minuman kopi.

Sementara itu, Coffee Blend menampilkan kemampuan mencampurkan berbagai karakter kopi. Kategori Roasting menilai keterampilan dalam mengolah biji kopi agar menghasilkan cita rasa yang sesuai.

Rangkaian kompetisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sumber daya manusia dalam industri kopi. Peningkatan kompetensi diperlukan agar kualitas kopi Sumatera Utara dapat terus terjaga dari proses produksi hingga penyajian kepada konsumen.

Memperkuat Kolaborasi Industri Kopi
Sumatera Coffee Journey 2026 tidak hanya berisi perlombaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi petani, pelaku UMKM, pengolah kopi, barista, pemilik kedai, komunitas, pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, investor, dan pembeli.

Baca Juga  Ekonomi Lokal yang Ramah Lingkungan dan Berdaya Saing Global

Didit mengatakan Bank Indonesia berupaya membangun sinergi untuk mendukung kemajuan perkopian Sumatera Utara. Sinergi tersebut diperlukan karena pengembangan industri kopi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Petani membutuhkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, pembiayaan, dan pasar. Pelaku pengolahan membutuhkan bahan baku yang berkualitas. Sementara itu, pelaku usaha memerlukan jaringan pemasaran dan dukungan untuk meningkatkan mutu produk.

Melalui Sumatera Coffee Journey, seluruh pihak diajak melihat industri kopi sebagai satu rantai usaha yang saling berkaitan. Kualitas kopi di tingkat konsumen sangat dipengaruhi oleh proses penanaman, panen, pengolahan, penyimpanan, pemanggangan, penyeduhan, dan pemasaran.

Karena itu, tujuan kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dalam proses industrialisasi kopi di Sumatera Utara.

Industrialisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan usaha dalam skala besar. Penguatan industri juga mencakup peningkatan kualitas, standardisasi produk, pengembangan kemasan, penggunaan teknologi, perluasan pemasaran, dan penciptaan nilai tambah.

Bank Indonesia mengajak seluruh pihak untuk bekerja bersama dalam mengembangkan potensi kopi. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu membuka pasar baru, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta membawa kopi Sumatera Utara ke tingkat yang lebih tinggi.

Dari Produk Lokal Menuju Pasar Dunia
Sumatera Coffee Journey menjadi bagian dari tema besar KKSU 2026, yaitu “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional.”

Tema tersebut menegaskan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, peluang itu harus didukung dengan inovasi, kualitas, profesionalisme, digitalisasi, dan kerja sama antarpihak.

Selain kompetisi dan pameran kopi, KKSU 2026 menghadirkan pameran produk unggulan, business matching, showcase produk ekspor, talkshow, edukasi, promosi UMKM, serta business coaching.

Baca Juga  KKSU 2026 Dorong UMKM Sumut Tembus Pasar Global

Kegiatan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memperluas jejaring usaha dan bertemu dengan calon pembeli. UMKM juga memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat, investor, dan mitra bisnis.

Bagi industri kopi, KKSU 2026 menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa kopi Sumatera Utara memiliki kualitas, karakter, dan cerita yang kuat. Kopi dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya daerah kepada dunia.

Semangat yang dibawa dalam kegiatan ini dirangkum melalui ajakan untuk berkomitmen dan bersinergi membangun industri kopi.

“Komit kita, kopi bersinergi. Selamat mengikuti KKSU 2026 dan selamat berkompetisi,” kata Didit.

Sumatera Coffee Journey 2026 menjadi bukti bahwa secangkir kopi dapat mempertemukan banyak pihak dalam satu tujuan. Tujuannya adalah menguatkan UMKM, meningkatkan kualitas industri, memperluas pasar, dan membawa kopi Sumatera Utara bergerak dari kekuatan lokal menuju kebanggaan global. (Red/Hery Buha Manalu)

Google

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read