BerandaBerita HijauRumuskan Ekoregion, Bappenas Gelar FGD untuk Kebijakan yang Berpihak pada Keberlanjutan Hayati

Rumuskan Ekoregion, Bappenas Gelar FGD untuk Kebijakan yang Berpihak pada Keberlanjutan Hayati

Green Times – Dalam upaya memperkuat fondasi kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis ekologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penyusunan Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Jawa. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis merumuskan pendekatan ekoregion sebagai basis pengelolaan sumber daya alam hayati secara terpadu dan berkelanjutan.

Ekoregion sendiri merupakan satuan wilayah ekologis yang memiliki kesamaan karakteristik bentang, alam, iklim, dan keanekaragaman hayati. Pendekatan ini dinilai penting dalam menjawab tantangan krisis ekologis, terutama di Pulau Jawa yang merupakan pusat aktivitas sosial-ekonomi sekaligus kawasan dengan tekanan ekologis tertinggi di Indonesia.

FGD ini melibatkan para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga perwakilan pemerintah daerah. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai data dan temuan terkait kondisi aktual ekoregion keanekaragaman hayati Jawa, tantangan konservasi, serta urgensi integrasi ini dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

Deputi bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas menegaskan bahwa pendekatan berbasis ekoregion bukan hanya relevan secara ekologis, tapi juga strategis dalam mendukung agenda pembangunan hijau dan komitmen Indonesia terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Jawa menjadi prioritas awal karena intensitas kerusakan ekologisnya terus meningkat, dari konversi lahan, pencemaran, hingga fragmentasi habitat.

Melalui FGD ini, Bappenas berharap tersusun dokumen status keanekaragaman hayati ini di Jawa yang komprehensif dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berpihak pada pelestarian alam, ketahanan ekologis, dan keberlanjutan hayati antargenerasi. (Heru Buha Manalu)

Baca Juga  Menteri LH Perkuat Peran Pendidikan dalam Budaya Pelestarian Lingkungan

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read