Green Times – Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Brasil mewakili sebuah arah baru dalam dinamika geopolitik dan ekonomi global. Presiden Prabowo Subianto, dalam forum BRICSÂ 2025, secara tegas menyerukan pentingnya menghidupkan kembali multilateralisme, sebuah prinsip yang menjunjung kesetaraan antarnegara, khususnya di tengah realitas dunia yang semakin multipolar.
Lebih dari sekadar forum diplomatik, BRICS kini menjelma menjadi motor penggerak kerja sama ekonomi di antara negara-negara Global South. Negara-negara ini, yang selama puluhan tahun berada di pinggiran sistem global, kini membangun aliansi yang kuat, saling menguntungkan, dan bebas dari ketergantungan terhadap kekuatan ekonomi tradisional.
Salah satu pilar penting dalam transformasi ini adalah optimalisasi New Development Bank (NDB), lembaga keuangan yang dibentuk untuk mendanai proyek-proyek pembangunan di negara-negara berkembang. Dorongan Presiden Prabowo agar NDB lebih aktif dimanfaatkan menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat solidaritas selatan-selatan.
Melalui gerakan ini, Global South tak lagi menjadi penonton. Mereka kini bersatu sebagai kekuatan baru yang siap menata ulang peta ekonomi dunia, lebih inklusif, adil, dan berbasis kerja sama yang setara. (HB)


