Green Times | Jakarta :
Sektor pariwisata Indonesia kembali menampilkan wajah cerahnya. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif resmi merilis laporan kinerja pariwisata untuk Juli 2025, yang mencatatkan tren pertumbuhan positif di berbagai indikator utama, termasuk lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara. Data ini bukan sekadar angka, tetapi sinyal kuat bahwa pariwisata Nusantara mulai bangkit dari tekanan panjang akibat pandemi dan tantangan global.
Kenaikan jumlah kunjungan wisman tidak hanya terjadi di destinasi utama seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo, tetapi juga mulai merambah ke daerah-daerah unggulan baru yang selama ini kurang tersentuh. Peningkatan konektivitas, promosi yang lebih terarah, serta kolaborasi dengan pelaku lokal menjadi kunci utama kebangkitan ini. Pemerintah juga semakin gencar mendorong desa wisata dan ekowisata yang menawarkan pengalaman autentik, selaras dengan tren global yang kini lebih mencari makna dalam perjalanan.
Lebih dari sekadar angka statistik, geliat pariwisata ini memberi harapan baru bagi jutaan pelaku usaha mikro, pemandu wisata, pengrajin lokal, hingga pelaku seni budaya. Ini adalah kebangkitan yang menyentuh hati dan menggugah optimisme. Ketika pesawat mulai ramai, hotel kembali terisi, dan senyum masyarakat lokal menyambut wisatawan, kita tahu bahwa Indonesia tidak hanya bangkit, tetapi juga bergerak menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini bukan hanya soal destinasi, tapi juga tentang cerita, identitas, dan masa depan bangsa. Dan Juli 2025 ini, Indonesia sedang menulis babak baru yang lebih menjanjikan di buku besarnya.
“Pertumbuhan jumlah kunjungan ini mencerminkan minat yang terus meningkat terhadap destinasi wisata Indonesia,” ujar Menteri Widiyanti Putri Wardhana bersama Wakil Menterinya Ni Luh Puspa dalam “Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata”, Senin (14/7/2025).
Ia mengatakan, hal ini bukti nyata kerja keras ekosistem dan sinergi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan dan akselerasi program nasional.
Tren pertumbuhan dapat dilihat dari sejumlah indikator. Salah satunya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang Mei 2025, BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 1,31 juta kunjungan meningkat 14,01 persen (YoY). Data Januari – Mei 2025 (year-to-date) wisatawan mancanegara meningkat sebesar 7,44 persen.
Wisata dalam negeri juga terus menjadi pilihan bagi wisatawan nusantara. Pada Mei 2025, pergerakan wisatawan nusantara meningkat 17,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut mendorong kinerja kumulatif periode Januari-Mei 2025, yang tumbuh 16,13 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.
Sementara untuk jumlah perjalanan masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri (wisatawan nasional), Wakil Menteri Ni Luh Puspa menjelaskan, pada periode Mei 2025 terjadi penurunan sebesar 6,52 persen dibandingkan Mei 2024. Untuk periode Januari – Mei 2025 meningkat periode yang sama 2024. sebesar 7,63 persen dibanding periode yang sama 2024.
Pada periode Januari – Mei 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia berjumlah lebih tinggi yakni 5,63 juta orang dibandingkan perjalanan wisatawan nasional dari Indonesia sebanyak 3,84 juta orang. Sehingga, kondisi ini seharusnya masih menghasilkan net devisa positif bagi Indonesia.
“Kementerian terus berupaya untuk menjaga pencapaian positif ini. Peningkatan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan, baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, akan terus didorong melalui strategi promosi yang berkelanjutan, serta kolaborasi dengan pelaku usaha untuk mengembangkan paket-paket wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Wakil Menterinya, Ni Luh Puspa.
Sejumlah update juga disampaikan dalam laporan kinerja bulanan Kementerian seperti keamanan dan keselamatan wisatawan, kebijakan serta inisiatif pemerintah di masa liburan sekolah, dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas Kementerian ini (Gerakan Wisata Bersih, Event by Indonesia, serta Pariwisata Naik Kelas), kegiatan promosinya, hingga kerja sama lintas sektor Kementerian/Lembaga.
Menteri menjelaskan, laporan kinerja bulanan Kementerian ini disampaikan sebagai bentuk akuntabilitas atas pelaksanaan tugas dan program kerja yang telah dijalankan. Capaian yang tercatat menjadi cerminan komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan sektor ini sebagai penggerak ekonomi nasional.
“Kami menaruh harapan besar agar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan semakin membaiknya citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Begitu pula dengan geliat perjalanan wisatawan nusantara, yang menjadi fondasi kokoh pemulihan dan pertumbuhan pariwisata di tanah air,” ujarnya.
Untuk mencapai itu semua, dibutuhkan upaya promosi yang konsisten, inovatif, dan terintegrasi, serta kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata. Namun, yang perlu menjadi perhatian dan komitmen bersama adalah tanggung jawab kolektif dalam menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan. Hanya dengan rasa aman dan nyaman, perjalanan wisata akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan membekas di hati setiap pengunjung.
“Mari kita jaga dan rawat pariwisata Indonesia karena yang tumbuh adalah pariwisata yang dikelola bersama, dengan semangat gotong royong dan kepedulian,” ujar Menteri Pariwisata.


