Geen Times – Rosnita Lasmaria Saragih memilih menyoroti dua hal mendasar dalam dunia pendidikan, yaitu kualitas dan integritas. Kepala UPT SD Negeri 037992 Lae Pinagar itu menilai keduanya tidak bisa dipisahkan bila sekolah ingin melahirkan generasi yang benar-benar siap menghadapi masa depan.
Penegasan itu disampaikan saat sekolah yang dipimpinnya menerima kunjungan promosi dari SMP Kristen Johannes Prodromos. Dalam sambutannya, Rosnita Lasmaria Saragih, S.Pd mengatakan bahwa pendidikan harus diwujudkan melalui kualitas yang baik dan integritas yang kuat.
Bagi Rosnita Lasmaria Saragih, kualitas tidak cukup diartikan sebagai hasil belajar semata. Pendidikan yang bermutu juga menyangkut cara siswa dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Di situlah integritas memiliki peran yang sangat penting.
Pandangan itu memberi pesan yang jelas. Pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada capaian akademik. Lebih dari itu, sekolah harus menghadirkan proses belajar yang mampu membentuk karakter dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi kehidupan.
Kunjungan dari SMP Kristen Johannes Prodromos menjadi momen yang sejalan dengan penekanan tersebut. Sekolah ini hadir membawa pendekatan pendidikan yang berpijak pada pembentukan iman, karakter, dan kecerdasan secara bersamaan.
Rombongan promosi dipimpin Kepala Sekolah Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th., didampingi para guru dan siswa. Dalam penyampaiannya, sekolah memperkenalkan semangat pendidikan yang dirangkum dalam motto, “Cerdas dalam berpikir, kuat dalam karakter, kuat dalam iman.”
Melalui promosi itu, SMP Kristen Johannes Prodromos menegaskan bahwa masa depan yang cerah bukan hanya milik siswa yang meraih nilai tinggi. Masa depan juga dibangun oleh karakter yang baik, integritas yang teguh, serta fondasi iman yang kokoh.
Berbagai penampilan siswa turut memeriahkan kegiatan tersebut. Ada pidato Bahasa Inggris, tari seni kreasi, pertunjukan IPA, dan putaran domino. Ragam penampilan ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi anak tidak hanya berlangsung melalui buku pelajaran, tetapi juga melalui aktivitas yang melatih keberanian dan kreativitas.
Kegiatan itu didampingi Yuniarta Pardede, S.Pd., Gr., Yeni Maria Sinaga, S.Pd., Gr., Titin Afrida Sihite, S.Pd., dan Rafael Sinaga, S.Sn. Turut hadir Babinsa Koptu WS Sitorus sebagai pembina paskibraka sekolah serta Hotli Bronson Hutasoit sebagai pelatih Taekwondo ekstrakurikuler.
Sebanyak 19 siswa dilibatkan dalam promosi sebagai bagian dari pembinaan regenerasi yang berkesinambungan. Pelibatan siswa secara langsung memperlihatkan bahwa sekolah ingin membentuk peserta didik yang aktif, siap tampil, dan mampu membawa nama lembaga dengan percaya diri.

Dalam orasinya, Mula Sahap Situmorang, S.Th., M.Th. menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada angka di atas kertas. Ia menegaskan bahwa pribadi yang mulia, integritas yang tidak goyah, dan dasar iman yang kuat adalah bagian dari keberhasilan yang sejati.
Guru matematika Titin Afrida Sihite turut menambahkan bahwa siswa perlu dibimbing agar siap menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, dan kreativitas harus dibangun bersama nilai-nilai luhur kehidupan serta pendidikan berbasis iman.
Di sisi lain, Koptu WS Sitorus menegaskan bahwa proses pendidikan di SMP Kristen Johannes Prodromos berlandaskan nilai-nilai Kristus. Ia menyebut rasa takut akan Tuhan, kasih, kejujuran, dan penghormatan terhadap budaya lokal sebagai pondasi penting dalam pembentukan generasi muda.
Melalui sambutannya, Rosnita Lasmaria Saragih memperlihatkan satu penekanan yang kuat: pendidikan yang baik harus bermutu dan dapat dipercaya. Dari kualitas dan integritas itulah lahir siswa yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh. (Red/*)


