BerandaOpini & RefleksiMisteri Besar yang Dibukakan Lewat Komunikasi dengan Allah

Misteri Besar yang Dibukakan Lewat Komunikasi dengan Allah

Oleh : Sri Ulina Tarigan, Mahasiswa STT Paulus Medan Jurusan Pendidikam Agama Kristen.

Misteri hubungan Allah dengan manusia dengan komunikasi. Komunikasi adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Sejak bangun tidur hingga kembali merebahkan diri di malam hari, kita selalu berkomunikasi, baik dengan kata-kata, sikap tubuh, maupun lewat ekspresi wajah. Melalui komunikasi, kita membangun hubungan, membagi perasaan, dan menyampaikan pikiran. Tanpa komunikasi, hubungan antar manusia akan terasa hambar, penuh salah paham, bahkan bisa retak. Demikian pula dalam hubungan dengan Allah, komunikasi adalah jembatan yang menjaga kita tetap dekat dengan-Nya. Tanpa komunikasi yang benar dengan Tuhan, iman kita bisa menjadi kering, gersang, dan kehilangan arah dari kehendak-Nya.

Alkitab mengingatkan kita lewat firman yang sangat kuat di Yeremia 33:3: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Ayat ini bukan sekadar janji, melainkan undangan Allah kepada kita untuk membangun komunikasi yang hidup dengan-Nya. Ada misteri-misteri besar yang tidak bisa kita pahami dengan pikiran manusia biasa, tetapi bisa Ia bukakan ketika kita mau berseru kepada-Nya.

Komunikasi dengan Allah, Lebih dari Sekadar Bicara

Misteri yang terkait, komunikasi dengan Allah bukan komunikasi satu arah, melainkan hubungan timbal balik antara Sang Pencipta dengan manusia. Allah menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya, karya Roh Kudus, dan pribadi Yesus Kristus. Manusia pun diajak untuk merespons dengan doa, ibadah, ketaatan, dan hati yang mau mendengar. Jika dalam komunikasi sehari-hari kita mengenal ada komunikasi verbal, nonverbal, dan visual, maka dalam komunikasi rohani pun ada dimensi yang kaya dan mendalam.

Bentuk-Bentuk Komunikasi dengan Allah Saat Ini

1. Doa: Percakapan Dua Arah
Doa bukan sekadar “daftar belanja” permohonan yang kita sampaikan kepada Tuhan. Doa adalah percakapan pribadi yang intim. Kita berbicara kepada Allah dengan jujur, dan pada saat yang sama belajar mendengar suara-Nya, baik melalui ketenangan batin, teguran Roh Kudus, atau konfirmasi dari firman. Doa menolong kita untuk mengolah rasa, menata hati, sekaligus menyambung kehidupan dengan sumber kekuatan sejati.

Baca Juga  Belajar Komunikasi Lintas Budaya dari Pengalaman Magang

Bayangkan seorang mahasiswa yang sedang menghadapi ujian akhir. Ia berdoa dengan sungguh, bukan hanya agar nilainya baik, tetapi juga agar diberi ketenangan. Saat berdoa, ia merasa hati yang gelisah menjadi damai. Itulah misteri ini, komunikasi dua arah, bukan hanya ia yang berbicara, tetapi Allah yang memberi jawaban dalam bentuk ketenangan batin.

2. Kitab Suci: Firman yang Hidup
Alkitab adalah media utama Allah berbicara kepada manusia. Di dalamnya tersimpan kebenaran, pelajaran, janji, sekaligus teguran yang relevan untuk setiap zaman. Membaca firman bukan hanya rutinitas, melainkan sebuah dialog dengan Allah. Saat kita membuka hati, setiap ayat bisa menjadi jawaban atas pertanyaan hidup, bahkan bisa menyingkap hal-hal yang sebelumnya tidak kita pahami.

Misalnya seorang ibu rumah tangga merasa lelah karena masalah ekonomi keluarga. Suatu pagi, ia membaca Mazmur 23:1: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Firman itu menjadi jawaban dan penghiburan yang menguatkannya sepanjang hari. Ia menyadari, Allah sedang berbicara kepadanya lewat firman.

3. Roh Kudus: Penuntun yang Setia
Roh Kudus adalah Penolong yang diutus Yesus untuk menyadarkan dunia akan dosa dan menuntun kepada kebenaran. Ia membimbing kita dalam mengambil keputusan, menguatkan kita dalam kelemahan, dan memberikan inspirasi untuk tetap setia. Dalam keheningan doa maupun dalam dinamika hidup sehari-hari, Roh Kudus berbicara dengan cara yang lembut namun jelas bagi hati yang peka.

Seorang pengusaha muda hendak mengambil keputusan besar dalam pekerjaannya. Saat ia berdoa, ada suara hati yang kuat mengingatkannya untuk tidak tergesa-gesa. Ia pun menunda keputusannya, dan belakangan baru tahu bahwa keputusan cepat itu bisa merugikan. Ia sadar, Roh Kuduslah yang menuntunnya.

Baca Juga  Menanam Harapan dari Lantai Dua Rumah

4. Ibadah dan Kegiatan Rohani: Ekspresi Komunitas
Ibadah yang tulus adalah cara lain kita berkomunikasi dengan Allah. Lewat pujian, penyembahan, firman, bahkan puasa, kita menyatakan kasih dan kerinduan kepada-Nya. Dalam ibadah, ada momen pribadi sekaligus kebersamaan, ketika suara banyak orang bersatu dalam satu pengakuan, Tuhanlah pusat kehidupan.

Banyak orang merasakan misteri ini, saat ibadah bersama, ada kekuatan baru yang mengalir. Nyanyian dan firman seakan menembus hati yang sedang letih. Itu bukan sekadar suasana, tetapi komunikasi Allah yang hadir nyata di tengah umat-Nya.

Menghidupi Janji Yeremia 33:3

Yeremia 33:3 mengandung kekuatan besar: Allah berjanji menjawab seruan kita. Namun, Ia tidak sekadar menjawab dengan jawaban instan, melainkan dengan hal-hal besar dan yang tidak terpahami. Ini berarti, ada misteri dan dimensi kehidupan yang baru, pengertian yang lebih dalam, dan rencana yang jauh melampaui akal manusia yang akan Ia bukakan. Tugas kita hanyalah satu: berseru kepada-Nya dengan tulus.

Komunikasi dengan Allah bukanlah beban, melainkan anugerah. Ia tidak hanya mendengar, tetapi juga berbicara, mengajarkan, dan mengungkapkan misteri hidup yang tersembunyi. Semakin kita mau membuka hati dan membangun komunikasi yang intim dengan-Nya, semakin jelas kita melihat bahwa hidup ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari rancangan besar Allah.

Jadi, mari kita rawat komunikasi ini setiap hari. Seperti kita tidak bisa hidup tanpa udara, iman kita pun tidak bisa bertahan tanpa komunikasi dengan Allah. Lewat doa, firman, Roh Kudus, dan ibadah, kita mengalami janji Yeremia 33:3: dibawa masuk ke dalam hal-hal besar yang tidak pernah terpikirkan, tetapi indah disediakan Allah bagi anak-anak-Nya. (Red/*)

Tulisan ini merupakan pengembangan dari hasil diskusi dan Opini peserta Mata Kuliah Kemampuan Berkomunikasi di Sekolah 

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read