Green Times | Medan :
Mengisi akhir pekan tidak harus selalu identik dengan kegiatan konsumtif yang menghasilkan banyak sampah.
Masyarakat dapat memilih aktivitas yang menyenangkan, mendidik, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian daerah.
Karya Kreatif Sumatera Utara atau KKSU 2026 menjadi salah satu pilihan untuk mengisi akhir pekan dengan semangat tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada 15 sampai 26 Juli 2026 di Delipark Mall, Medan.
Melalui pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah, masyarakat dapat mengenal berbagai karya lokal, komoditas daerah, produk kreatif, serta potensi usaha yang tumbuh dari lingkungan dan kebudayaan Sumatera Utara.
Kehadiran KKSU 2026 menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat belajar memilih produk secara lebih bertanggung jawab.
Pilihan terhadap produk lokal menjadi langkah sederhana untuk mendukung ekonomi yang lebih berkelanjutan. Produk lokal umumnya diproduksi lebih dekat dengan konsumen sehingga rantai distribusinya dapat menjadi lebih singkat.
Rantai distribusi yang lebih pendek dapat membantu mengurangi kebutuhan perjalanan produk dalam jarak yang terlalu jauh. Kondisi tersebut juga memberi peluang kepada masyarakat untuk mengetahui asal bahan, proses produksi, serta pelaku usaha yang membuat produk.
Semangat inilah yang sejalan dengan Green Times. Setiap keputusan konsumsi perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan sumber daya.
Akhir pekan di KKSU 2026 dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mengenalkan gaya hidup hijau kepada anak-anak. Mereka dapat belajar bahwa membeli barang bukan hanya soal harga dan penampilan.
Konsumen juga perlu mempertimbangkan kualitas, fungsi, daya tahan, jenis kemasan, dan cara produk dibuat. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Pengunjung dapat berdialog langsung dengan pelaku UMKM mengenai bahan baku yang digunakan. Mereka juga dapat menanyakan cara pengolahan, sistem pengemasan, dan upaya usaha dalam mengurangi sampah.
Interaksi tersebut penting karena mendorong keterbukaan antara produsen dan konsumen. Pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan.
Pada saat yang sama, konsumen dapat memberikan masukan agar produk menjadi lebih ramah lingkungan, tahan lama, dan tidak menggunakan kemasan secara berlebihan.
KKSU 2026 mengangkat tema “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional.
Kata berkelanjutan dalam tema tersebut memiliki makna penting. Pertumbuhan usaha tidak seharusnya hanya mengejar peningkatan penjualan.
Usaha juga perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, penggunaan energi, pengelolaan limbah, kesejahteraan pekerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan pameran, talkshow, edukasi, business coaching, dan kompetisi dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan prinsip-prinsip tersebut kepada pelaku usaha dan masyarakat.
UMKM dapat belajar bahwa kepedulian lingkungan bukan hambatan bagi bisnis. Sebaliknya, kepedulian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat identitas produk.
Pengunjung juga dapat menjalankan kebiasaan hijau selama menghadiri kegiatan. Mereka dapat membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, membawa botol minum, serta membeli produk sesuai kebutuhan.
Kebiasaan tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat membangun budaya konsumsi yang lebih bijak.
KKSU 2026 juga menghadirkan Kompetisi Kopi yang melibatkan peserta dari berbagai provinsi di Sumatera serta peserta dari Malaysia dan Singapura.
Kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya keberlanjutan dalam industri kopi, mulai dari kebun, pengolahan, pemanggangan, penyeduhan, hingga penyajian.
Kopi yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari lingkungan yang sehat.
Tanah, air, iklim, tanaman, dan pengetahuan petani menjadi bagian dari proses panjang sebelum kopi sampai ke tangan konsumen.
Melalui sudut pandang tersebut, secangkir kopi dapat menjadi sarana pendidikan mengenai hubungan manusia dengan alam.
Mengunjungi KKSU 2026 pada akhir pekan akhirnya bukan hanya kegiatan rekreasi. Kunjungan tersebut dapat menjadi bentuk dukungan terhadap UMKM, pelestarian budaya, dan gerakan ekonomi hijau.
Semangat Green Times mengajak masyarakat menikmati akhir pekan dengan cara yang lebih sadar. Masyarakat tetap dapat berbelanja dan menikmati kegiatan kreatif, tetapi keputusan yang diambil perlu memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat lokal. (Red/”)


